Pages

Wednesday, May 27, 2009

Jangan Ketawa



Mr Smee : Mengapa pancingmu berumpan pisau cukur?

Peter Pan : Maksud di hati nak memancing ikan bermisai


Horace : Hai pelayan, mengapa lalat itu dalam sup aku??

Pelayan : Sedang berlatih berenang!


Permaisuri Hari : Keretapi ini berheti di Waterloo?

Tweedleum : Entahlah, yang pasti, perjalanannya berakhir di situ!


Merlin : Selalukah air menitis melalui atap seperti itu?

Madam Mim : Oh, tidak. Cuma ketika hari hujan.


Huey : Mengapa beruang kutub memakai kot bulu putih?

Louie : Kalau kot berwarna, ia bukan beruang.


Pongo : Mengapa burung bangau mengangkat sebelah kakinya?

Pendita : Kalau kedua-dua kakinya diangkat sekali, tentulah jatuh.


Jasper : Hai pelayan! Ada ulat dalam sayurku.

Pelayan : Diam-diam, tuan. Nanti tetamu lain minta juga.


Jack : Hoi pelayan, telur ini busuk.

Pelayan : Jangan salahkan saya tuan. Yang bertelur ialah ayam.


^-~ saya harap anda mampu tersenyum...

Ini bukan sekadar jenaka tapi permainan minda, perhatikan, tak semua soalan mempunyai jawapan yang sama. Jadi kreatif, anda akan dapat melepaskan diri..=)




Bicara Sufi



Untuk mendapat bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan.


Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap insan.


Untuk mendapat bentuk tubuh yang ideal, berkongsilah makanan dengan mereka yang kelaparan.


Untuk mendapatkan kepercayaan diri, berjalanlah dengan ilmu. pengetahuan.


Tuesday, May 26, 2009

Duhai Air...



Duhai air,

Pabila bayu bersuara

Kau bergerak atas izin-Nya...

Bila bertembung pantai

Kau membelah menghasil buih

Itulah ombak...



Duhai air,

Kadang-kadang aku jadi heran

Apakah makna kau menurut ketetapan

Akur pada bayu

Setia pada pantai



Duhai air,

Kadang-kadang memang kau tak perlu memikirkan

Kerna istimewanya...

Kau makhluk Tuhan yang taat



11.5.08



Warkah Dari Port Dickson



Kemelut memang tak ada sudahnya. Namun damai itu juga milik kita. Hari ini, di bawah redup sinar mentari, aku menikmati kedamaian Pantai Bagan Pinang, Port Dickson.



Di kejauhan tersusun bangunan-bangunan resort dan hotel yang pasti menjadi tumpuan para pelancong ke daerah yang paling terkenal dengan pantai perkelahannya ini.



Pantai bagan ini sedikit tercemar airnya. Lantas membantutkan keinginan hati untuk merasa segar dan masin airnya. Kelihatan Mama dan Abah jalan beriringan. Jarang sekali dalam pandangan. Entahlah, kehidupan kadang-kala menyembunyikan sebuah cinta.



Aku pula baru menghabiskan peperiksaan akhir semester. Musim cuti baru bermula. Keinginan untuk menyelesaikan novel pertama terasa meluap-luap di dalam dada. 10 minggu cuti, tinggal 8 minggu lagi. Aku sudah punya tajuk, tema, watak dan plot utama. Tinggal saja ayat dan susunannya belum terjelma. Ah, menanti Tuhan bakal mengurniakan kekuatan untuk aku terus berkarya.



Duduk di atas batu dengan suara air yang gemalai menghempas terasa sungguh keasyikan. Melihat lautan luas, terasa sungguh kebebasan. Wahai lautan, memang engkau dicipta sebagai terapi yang menenangkan.



Angin tidak terlalu kencang tapi cukup memberikan ombak kecil di gigi pantai. Alangkah indah kalau hari-hariku begini selalu. Sendiri di pantai, menggapai damai dan merenung keajaiban ciptaan Tuhan.



Tuhan, betapa aku dalam perasaan. Rasa cinta yang kau kurniakan begitu merantai perasaan. Cinta Mu memberi keindahan dan hidup yang penuh pengertian. Hingga aku sanggup melepaskan segala demi cinta pada Mu. Kadang-kadang aku sendiri dalam keanehan, aku bukanlah terlalu suci untuk melafazkan kata cinta setulus jiwa. Tapi itulah hakikatnya, aku tak mampu membohongi diri betapa kerinduan hanya pada Mu.



Barangkali hasutan nafsu dan godaan syaitan mempengaruhi jiwa dan hati sehingga akal tak bisa lagi berfikir waras. Maka kembali kepada Mu membawa aku mengenal hakikat diri dan damai yang abadi.



Kadang-kadang ada ombak memutih di tengah lautan. Seri warna hijau gelap lautan sedikit terpapar.



Dua semester sudah berlalu, begitu pantas rasanya. Namun itulah hakikat kehidupan. Bergerak dan terus berputar. Aku melalui seribu satu pengalaman. Ku ukir pula seribu satu perasaan.



Hidup memang penuh peristiwa, cerita dan bicara jiwa. Bila semakin banyak ditempuh, semakin kita mencapai kematangan. Dalam hidup memang tak mungkin akan kita terlepas dari kesilapan, kesalahan, dosa dan kejahatan, namun ada juga di situ rencah kebaikan, ehsan, pahala dan kemanisan.



Itulah hidup. Di pantai ini, satu sejarah hidup terukir lagi...



11.5.08






Dalam entri yang lalu, saya ada menceritakan tentang masa yang saya luangkan untuk mengemas bilik. Ketika asyik kemas-mengemas saya bertemu dengan beberapa catatan lama. Ketika di sekolah menengah dan di tahun awal pengajian di universiti.



Agak menarik dan menggerakkan hati untuk saya kongsikan dalam ruangan maya ini....